Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Februari 2013

3 Cerita Sejarah Valentine


Tanpa terasa tahun 2012 sudah memasuki bulan yang kedua, yaitu bulan Februari. Seperti yang kita ketahui, bahwa sebagian besar penduduk bumi ini berpendapat kalau bulan Februari adalah bulan yang penuh kasih sayang. Ya, kita lebih mengenalnya dengan hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Di bumi ini, ada banyak sekali orang yang turut merayakan hari tersebut, terutama dari kalangan remaja di dunia. Tanpa terkecuali di Negara kita, bahkan tidak sedikit pula remaja di Indonesia yang merayakan hari itu.


Mungkin selama ini kita kerap kali merayakan hari Valentine tanpa mengetahui darimana datangnya tradisi tersebut dan apa makna yang sesungguhnya. Yang kita selama ini kita tahu dari hari Valentine hanyalah hari yang penih kasih sayang dan juga hari dimana ketika orang saling bertukar Kado atau sekedar memberikan Cokelat. Bahkan ada juga yang beranggapan bahwa hari Valentine adalah hari yang dominan dalam mencari pasangan ataupun sekedar berkencan mesra dengan pasangan.

Oleh karena itu saya mencoba untuk menguak asal-usul sejarah Perayaan Hari Valentine, dengan harapan supaya kita semua bisa lebih cerdas dalam merayakan suatu acara. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan, tanpa mengetahui arti penting dari tradisi perayaan hari tersebut. Berikut adalah beberapa penggal riwayat atau sejarah Valentine yang mungkin dapat membantu kita dalam mengenal asal-muasal perayaan hari tersebut.


Sejarah Yang Pertama


Valentine adalah nama dari seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal sangat kejam. Ya, Valentine sangat membenci Kaisar tersebut. Claudius sangat berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya. Namun sayangnya keinginan ini kurang mendapat dukungan, dikarenakan pada saat itu kaum pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya, hal ini membuat Claudius marah besar. Dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Saat itu Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, maka dengan senang hati mereka akan bergabung dengan militer. Lalu disaat itu juga Claudius melarang adanya pernikahan, dengan harapan pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Namun lagi-lagi usaha keji Claudius digagalkan oleh St. Valentine, saat itu Valentine menolak untuk melaksanakan aksi gila sang Kaisar. Tanpa rasa takut Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun ritual ini dilakukan secara rahasia. Akan tetapi Claudius mencium adanya suatu pembrontakan dan sang Kaisar pun langsung memberikan peringatan keras terhadap Valentine. Namun lagi-lagi usaha sang Kaisar tidak membuahkan hasil, St. Valentine sama sekali tidak menggubris peringatan tersebut dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi oleh cahaya lilin.

Sampai pada suatu malam, Valentine tertangkap basah oleh sang Kaisar ketika dia tengah memberkati salah satu pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Saat itu Claudius benar-benar sangat murka terhadap Valentine. Lalu sang Kaisar memerintahkan salah seorang prajuritnya untuk menangkap Valentine, namun pasangan yang tengah diberkati tersebut berhasil lolos dan melarikan diri. Hingga pada akhirnya Valentine dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan cara dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St. Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St. Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar alias benul eh betul. Pada hari saat ia dipenggal alias dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari gak tahu tahun berapa, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu. Pesan itulah yang kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.


Sejarah Valentine Yang Kedua


Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, yang dimana dipercayai bahwa tanggal 14 Februari adalah hari dimana ketika burung sedang bermusim mencari pasangan untuk kimpoi. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Didalam ceritanya, Ia menulis sebuah kalimat "Parlement of Foules" (Percakapan Burung-Burung) yang didalamnya terkandung kalimat " For this was sent on Seynt Valentyne’s day " (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus). Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya).

Di zaman tersebut, saling bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka adalah suatu hal yang lazim bagi mereka yang saling mencintai. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London, yang kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai Santo Valentinus diciptakan pada zaman sekarang ini. Dan beberapa di antaranya bercerita bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus bertemu dengan ajalnya sebagai seorang yang martir (mati syahid), ia telah menuliskan sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu". Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, Santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.


Sejarah Valentine Yang Ketiga


Menurut Tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion. Bulan Gamelion adalah bulan yang dimana pada saat itu berlangsungnya pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Pada zaman Romawi kuno, tanggal 15 Februari adalah tanggal yang dikenal sebagai hari raya Lupercalia. Sebuah perayaan Lupercus, Dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Perayaan tersebut bertujuan sebagai ritual penyucian, yang dimana para Pendeta Lupercus akan mempersembahkan korban sembelihan kambing kepada Dewa. Setelah meminum anggur, mereka akan berlari-lari disekitar jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal Hari Valentine.


Kurang lebih seperti itulah gambaran dari sepenggal sejarah kecil mengenai asal-muasal dan makna dari tradisi tentang perayaan Hari Valentine. Semoga dari keterangan diatas, dapat membantu kita didalam mengetahui makna yang terkandung pada perayaan Hari Valentine. Sekian dari saya dan kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfaat

Kamis, 07 Februari 2013

Mengenal Lebih Jauh Zaman "Tiga Kerajaan"

selamat Malam Doskoyan... :)

"Seluruh kekuatan di dunia, bersatu untuk bercerai dan bercerai untuk bersatu kembali"
-samkok

setelah sebelumnya Doskoy pernah membahas mengenai 36 strategi perang ala Zun Tzu sekarang Doskoy akan mencoba mengupas tuntas mengenai "Samkok" atau kita kenal sebagai "Tiga Kerajaan"
siap-siap ya Doskoyan! Artikel ini bakal menjadi sangat panjang lho! jadi siapkanlah kopi, dan juga kue, hehe ^^
kita akan membahas:
FALSAFAH HIDUP DARI ZAMAN TIGA KERAJAAN (SAM KOK)
Pertempuran dalam 3 Kerajaan
10 jendral terhebat dalam Samkok 

FALSAFAH HIDUP DARI ZAMAN TIGA KERAJAAN (SAM KOK)
 
Roman Tiga Kerajaan atau lebih dikenal dengan nama Sam Kok adalah karya sastra besar dalam peradaban Tiongkok yang dikarang oleh Lu Guan Zhong pada abad ke-13. Karya sastra ini adalah roman sejarah yang menceritakan pergolakan sosial dan peperangan tiga kerajaan besar pada akhir dinasti Han (220 – 280 M). Tiga kerajaan tersebut adalah kerajaan Wei dengan pendirinya Cao Cao, kerajaan Shu dengan pendirinya Liu Bei, dan kerajaan Wu dengan pendirinya Sun Quan. Dalam karya sastra tersebut banyak terdapat falsafah hidup yang masih relevan untuk diterapkan dalam masyarakat modern sekarang ini. Falsafah pada karya sastra tersebut bersumber dari ajaran-ajaran dua orang filsuf ternama negeri China, yakni Lao Tse (Taoisme) dan Kong Hu Chu (Konfusius). Adapun beberapa falsafah hidup dalam karya sastra tersebut diekspresikan dalam bentuk susunan kata-kata bijak yang mengandung petuah-petuah abadi sepanjang zaman.
1341758841962776051
  • Jangan pernah melakukan tindak kejahatan karena hal itu sepele. Jangan pernah mengabaikan perbuatan baik hanya karena hal itu kecil. [Liu Bei, Raja Shu]

  • Seorang pemimpin yang bijak tidak khawatir apakah rakyat mengenalnya atau tidak, dia justru khawatir kalau dia tidak mengenal rakyatnya. [Zu Ge Liang (Kong Ming atau Kong Beng), Penasehat Liu Bei dan Perdana Menteri Kerajaan Shu]

  • Seorang jenderal mampu mengalahkan seribu musuh, namun dia tidak mampu mengalahkan dirinya sendiri. [Pepatah Kuno China, artinya: seorang pemimpin sering kali terjerumus oleh sifat dirinya sendiri yang diliputi ambisi akan harta, tahta, dan wanita]

  • Menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam peperangan. [Pepatah Kuno China yang sering kali diucapkan oleh pemimpin seperti Liu Bei dan Cao Cao untuk menghibur para jenderal dan prajurit yang sedang mengalami kekalahan]

  • Seorang pemimpin juga harus mentaati hukum dan peraturan yang dibuatnya tanpa terkecuali. [Cao Cao, ketika akan menghukum dirinya sendiri karena telah melanggar aturan yang dibuatnya pada peristiwa yang disebut ‘potong rambut menggantikan penggal kepala’]

  • Jadilah seorang jenderal yang perkasa dan gagah berani, punya kepribadian yang luhur, jujur dan adil, selalu menjunjung tinggi kesetiakawanan, tidak pernah mengkhianati saudara atau kawan. [Sifat jenderal Guan Yu (Kwan Kong) yang dikagumi Cao Cao yang berusaha membujuknya bergabung dengan kerajaan Wei]

  • Orang yang pandai memakai orang mau merendah di depannya, ini yang dinamakan kebajikan tanpa bersaing. Ini adalah orang yang punya kemampuan memakai orang. Ini adalah standar tertinggi untuk mengukur keperkasaan orang. [Tao Te Ching – Lao Tse, pujian yang ditujukan kepada Liu Bei ketika menunjukkan kesabaran dan kerendahan hati ketika berusaha membujuk Zu Ge Liang untuk menjadi ahli stategi perangnya]

  • Jangan menilai kemampuan seseorang hanya dari penampilan dan usianya yang masih muda. [Pujian yang ditujukan pada Zu Ge Liang ketika berhasil memberikan siasat perang yang memberikan kemenangan atas Cao Cao, padahal Zu Ge Liang ‘tidak berpengalaman dalam perang’ bahkan Guan Yu dan Zhang Fei meragukan kemampuannya tetapi akhirnya mereka berdua bertekuk lutut memberi hormat kepadanya]

  • Jenderal yang tangguh tidak suka menunjukkan kekuatannya. Jenderal yang pandai perang tak mudah terpancing emosinya. [Nasehat yang ditujukan pada jenderal Zhang Fei dan jenderal Zhou Yu karena sifat buruk mereka]

  • Tidak ada bencana yang lebih besar daripada meremehkan musuh. [Nasehat yang ditujukan pada Cao Cao dan Zhou Yu karena sering meremehkan kemampuan Zu Ge Liang. Pada akhirnya sifat tersebut membuat Cao Cao kalah perang dan Zhou Yu kehilangan nyawanya]

  • Seorang laki-laki sejati semasa hidup di dunia harus sedini mungkin mengerjakan sesuatu yang besar. Jika tidak bertindak segera, maka menyesal pun sudah terlambat. [Kata-kata jenderal Zhang Song ketika membujuk Liu Bei menyerang Xi Chuan, peristiwa yang menjadi awal mula berdirinya kerajaan Shu]

  • Jika ingin mendapatkan sesuatu dari seseorang, maka biarkan dia sendiri yang mau memberikannya. [Siasat yang dipakai Liu Bei dan Zu Ge Liang untuk ‘memperdaya’ jenderal Zhang Song untuk memberikan informasi tentang kota Xi Chuan]

  • Ada yang sungguh-sungguh benar, ada yang sungguh-sungguh bohong. [Taktik perang Zu Ge Liang yang lebih dikenal dengan nama taktik ‘istana kosong’]

  • Orang yang hebat tidak hanya disegani ketika dia masih hidup tetapi juga setelah dia tiada. [Kehebatan Zu Ge Liang yang mampu membuat Si Ma Yi, jenderal perang Cao Cao, ketakutan tidak hanya saat Zu Ge Liang masih hidup bahkan juga setelah dia meninggal dunia]

  • Harta kekayaan tidak bisa bertahan sampai tiga turunan. [Pepatah Kuno China, dimana dinasti yang sudah susah payah didirikan, dihancurkan oleh anak-anak atau cucu-cucu para raja itu sendiri. Hal ini juga menimpa Liu Bei dimana kerajaan Shu yang dibangunnya dengan susah payah tetapi dengan mudah hancur di tangan anaknya sendiri Liu Chan atau A Dou]

  • Sejak zaman dahulu, siapa yang tidak pernah mati? [Pepatah kuno China, yang artinya: tiada yang abadi di dunia. Pada akhirnya tokoh-tokoh hebat dan heroik dalam Roman Tiga Kerajaan meninggal namun mereka akan terus dikenang karena kehebatannya dan kita dapat mengambil pelajaran berharga dari kehidupan mereka untuk kehidupan kita]

  • Kekuatan yang besar di dunia ini: yang bersatu lama-kelamaan pasti akan berpisah, yang berpisah lama-kelamaan pasti akan bersatu kembali. [Kalimat penutup Roman Tiga Kerajaan]
13417592502070912299 

 Pertempuran Dalam 3 Kerajaan

Kronologis pertempuran yang ada di Zaman 3 Kerajaan:

1. Pemberontakan Serban Kuning
Terjadi pada saat awal kekacauan Dinasti Han. Yaitu pada saat mulainya korupsi di tubuh pemerintahan. Semua ini didalangi oleh 10 menteri yang melakukan korupsi. Pada saat itu juga Zhang Jiao, seorang religius yang menemukan buku way of peace yang dipercaya dapat menyembuhkan semua penyakit. Karena buku itu dia dapat mengumpulkan beribu-ribu pengikut yang mengikuti ajarannya. Saat itu Zhang jiao bersama kedua adiknya yaitu Zhang Liang dan Zhang Bao memberontak terhadap pemerintahan kaisar Han. Oleh karena itu, Kasira Ling memerintahkan para menteri'a unutk mengumpulkan berberapa pasukan yang bersedia menumpas pembernotakan serban kuning. Pasuka itu terdiri dari beberapa orang terkenal, contohnya : Cao Cao, Sun Jian, dan Liu Bei yang menumpas pemberontakan. Pada akhirnya Zhang Jiao mati karena sakit, dan Zhang Liang dan Zhang Bao tewas terbunuh.

2.Pertempuran melawan Dong Zhuo
Setelah pemberontakan serban kuning ditumpas dan para 10 menteri dibunuh oleh Yuan Shao, Dong Zhou adalah panglima perang berkuda mengambil ahli tahkta kekuasaan di Luo Yang. Dia mengganti kaisar Shao dengan Liu Xian (kaisar Xian). Pada saat itu Wang Yun (menteri dalam negeri) mengadakan perjamuan malam atas ulang tahunnya. Tiba-tiba dia menangis di sana dan memberitahukan bahwa Dong Zhou telah mengambil ahli kekuasaan dengan kejamnya. Cao Cao langsung tertawa terbahak-bahak karena mendengar Wang Yun bisa membunuh Dong Zhou dengan hanya menangis. Cao Cao langsung mencoba untuk membunuh Dong Zhou dengan menipu Dong Zhou agar Lu Bu pergi mencari kuda baru untuknya. Sayang rencana itu gagal, Dong Zhou bangun duluan. Cao Cao terpaksa harus menyerahak pedang Wang Yun yang berharga tersebut. Setelah Lu Bu kembali Dong Zhou langsung sadar bahwa Cao Cao akan membunuhnya tadi dan memerintahkan seluruh daerah untuk menangkap Cao Cao. Pada saat itu Cao Cao tertangkap dan dibwa oleh hakim Chen Gong, tapi setelah berpikir terus akhirnya Cao Cao dibebaskan dan Chen Gong pun memutuskan untuk mengikuti Cao Cao. Tapi dalam perjalan ke rumah saudara angkat ayah Cao Cao, Liu Bashie. Cao Cao salah sangka dan membunuh pelayan dan saudara ayah angkatnya sendiri. Chen Gong yang terkejut karena kekejaman Cao Cao, Chen Gong langsung melarikan diri ke Lou Yang dan meninggalkan Cao Cao sendirian. Cao Cao tahu Chen Gong pergi dan ia kembali ke Chen Liu untuk membentuk pasukan barunya. Dia juga mengudang para gubernur dan termasuk diantaranya gubernur Bo Hai, Yuan Shao. Saat itu Yuan Shao terpilih sebagai ketua aliansi melawan Dong Zhou. Pada saat pertempuran pertama di gerbang Si Shui, Sun Jian berhasil memenangkan pertempuran tersebut dan Guan Yu membunuh Hua Xiong (Penajag gerbang Si Shui). Dan pasuka aliansi juga berjaya di gerbang Hu Lao yang dijaga ketat oleh Lu Bu. Dan itu memaksakan Dong Zhou untuk memindahkan ibukota ke Chang An dan membakar Lou Yang.

3. Pertempuran di Xia Pi
Setelah Lu Bu membunuh Dong Zhou di Chang An, Li jue dan Gou Si mengalahkan Lu Bu dan Lu Bu kabur ke Xia Pi. Disini banyak kejadian antara Lu Bu, Cao Cao, dan Liu Bei. Karena Cao Cao dapat mengadu domba antara Liu Bei dan Lu Bu atas saran Xun Yu, maka dia dapat merebut Pu Yang yang dikuasai oleh Lu Bu dulunya. Cao CAo akhirnya bersatu dengan Liu Bei untuk mengalahkan Lu Bu. Lu Bu, Zhang Liao, Gao Shun dan Chen Gong tertangkap. Zhang Liao dibebaskan dan Lu Bu, Gao Shun dan Cheng Gong dieksekusi mati oleh Cao Cao. Dengan pertepuran ini berakhirnya kisah orang yang terkuat di China yaitu Lu Bu.

4. Kematian Sun Jian dan Sun Ce
Sun Jian yang berbohong karena dirinya tidak mengambil stempel kerajaan tewas oleh Huang Zhu (anak buah Liu Biao). Digantikan oleh Sun Ce yang masih berusia 17 tahun. Tapi Sun Ce terpaksa mengabdi di Yuan Shu karena pasukanya terlalu sedikit. Sun Ce bersama adik angkatnya Zhou Yu menyerang Wang Lang, Yan Baihu secara bersamaan. Disana SUn Ce mendapat orang rekrutan yang bagus sperti Zhou Tai, Jiang Qin, dan Taishi Chi. Sun Ce diberikan gelar Penakluk Kecil (Little Conquerror) oleh anak buahnya. Saat dia ingin menyerang Xu Chang, Xu Gong mengirim surat ke Cao CAo. Tapi kurir tersebut ditangkap oleh Sun Ce dan dia juga membunuh Xu Gong. Tapi saat berburu hewan hutan, Sun Ce diserang oleh kasim Xu Gong dan tewas terkena panah racun di kepalanya. Zhou Yu sangat menyesal atas kematian Sun ce. Saat itu Sun Ce digantikan oleh Sun Quan pada saat usia di masih sangat muda.

5. Pertempuran di Guan Du
Setelah Lu Bu mati dan Cao Cao diangkat menjadi perdana menteri kaisar di China, Cao Cao langsung menjadi terkenal dan berencana membunuh Liu Bei. Tapi Liu Bei yang kabur terpisah dengan Zhang Fei dan Guan Yu. Liu Bei kabur ke Yuan Shao dan mendesak Yuan Shao agar berperang melawan Cao Cao karena Cao Cao adalah pengkhianat. Yuan Shao setuju dan berperang dengan Cao Cao di Guan Du. Ketika 2 jenderal Yuan Shao yaitu Yan Liang dan Wen Chou menyerang Cao Cao, mereka tewas seketika oleh Guan Yu yang ada di kubu Cao Cao. Yuan Shao menjadi sangat marah dan tahu bahwa yang membunuh 2 jenderalnya adalah adik angkat Liu Bei, Guan Yu. Tapi Liu Bei memberitahukan bahwa itu hanya siasat Cao Cao. Yuan Shao langsung sadar dan membiarkan Liu Bei pergi dan bertemu kemballi dengan kedua adik angkatnya kembali. Pertempuran berlangsung imbang, sampai Cao Cao membakar tempat suplai makanan Yuan Shao di Wu Chang. Yan SHao akhirnya mundur ke Bei Hai dan mati sakit disana. Cao Cao mengutus anaknya Cao Pi untuk memberantas keluarga Yuan di China. Dan ini menjadi akhir dari klan Yuan di China.

6. Pertempuran di Chi Bi
Setelah Yuan Shao kalah dan Cao Cao menguasai China utara. Cao Cao mengejar pasukan Liu Bei di Chang Ban. Tapi karena strategi Zhuge Liang dan aksi heroik Zhang Fei di jembatan Chang Ban, maka Liu Bei dapat lolos dari Cao Cao dan bertemu Sun Quan di Jiang Ling. Mereka bersatu melawan Cao Cao dan bertemu di Chi Bi (Tebing Merah). Dengan bantuan angin barat laut dan strategi Zhou Yu maka 100.000 kapal Cao Cao terbakar habis karena api yang cepat menyebar. Cao Cao akhirnya mundur ke Xu Chang dan Zhou Yu secara mendadak mati sakit dan digantikan oleh Lu Meng.

7. Tiga negara terbentuk
Kemenangan aliansi Sun-Liu membuahkan perpecahan di antara mereka. Mereka mulai memperebutkan Jingzhou yang ditinggalkan Cao Cao. Perebutan ini dimenangkan oleh Sun Quan, yang melakukan serangan militer ke selatan Jingzhou di bawah pimpinan Zhou Yu. Zhou Yu berencana melanjutkan ekspansi militer ke Prefektur Yi yang dikuasai Liu Zhang namun ia meninggal dalam perjalanan. Lu Su yang menggantikannya menghentikan rencana ini dan meminjamkan Jingzhou kepada Liu Bei untuk pangkalan militer sementara untuk menahan kemungkinan serangan Cao Cao. Saat ini, Liu Zhang mengundang Liu Bei untuk membantu Yi melawan kemungkinan ekspansi Cao Cao bila berhasil menduduki Hanzhong. Liu Bei berangkat menuju Yizhou meninggalkan Guan Yu menjaga Jing. Perseteruan Liu Bei dan Liu Zhang pecah pada tahun 212 , Liu Bei lalu menduduki Cheng Du dan memaksa Liu Zhang menyerahkan kekuasaan Yizhou kepadanya. Pada saat ini, 3 kerajaan terbentuk. Shu oleh Liu Bei, Wei oleh Cao Cao, dan Wu oleh Sun Quan.
8. Kematian Guan Yu
Setelah Pasukan Cao Cao kehilangan Han Zhong oleh pasukan Liu Bei, Cao Cao juga mendapat hasil seri melawan Sun Quan di He Fei (Zhang Liao adalah penentu kemenagan Wei) dan Ru Xu Kou (Gan Ning adalah penetu kemenangan Wu). Sima Yi, strategis Cao Cao mengusulkan agar berdamai dengan Wu dan menyerang Guan Yu di Jing. Usul itu diterima oleh Sun Quan dan merebut Jing dari Guan Yu yang pada saat itu Guan Yu mendapat perintah dari Liu Bei untuk menyerang Kastil Fan yang dijaga oleh Cao Ren. Sayang karena pengkhianatan dan kemerosotan moral pasukan Guan Yu, akhirnya Guan Yu tewas di Mai Cheng setelah ditangkap oleh Sun Quan dan dieksekusi mati disana. Namun setelah Guan Yu tewas, Lu Meng mendadak sakit keras dan meninggal dunia. Dia digantika oleh Lu Xun

9. Kematian Liu Bei dan Zhang Fei
Kematian Guan Yu mebuat Liu Bei dan Zhang Fei benar-benar marah besar. Liu Bei segera berperang dengan Sun Quan di Yi Ling. Padahal Zhuge Liang memberitahukan bahwa moral pasuka Shu sedang turun dan tidak baik untuk berperang sekarang. Tapi Liu Bei tidak mematuhinya dan pergi berperang melawan Sun Quan. Zhuge Liang datang terlambat ke Yi Ling pada saat pasukan Wu menggunakan api untuk membakar perkemahan Shu yang dibuat oleh Lu Xun. Pada saat itu juga Zhang Fei tewas di Yi Ling karena diserang pada saat dia tidur. Walaupun Liu Bei dapat kabur dari medan pertempuran, tapi Liu Bei tewas karena asap kebakaran di Yi Ling. Dia digantukan oleh Liu Chan yang masih terlalu kecil untuk memimpin Shu.

10. Kudeta Sima Yi dan runtuhnya kerajaan Shu
Setelah Cao Cao, Cao Pi dan Cao Rui mati karena sakit, Cao Fang mengantikan posisi Cao Rui sebaga kaisar Wei. Cao Fang membuat Sima Yi marah karena dicopot jabatannya oleh Cao Fang. Sima Yi lalu memberontak dan membunuh Cao Fang dan digantikan oleh Cao Shang. Sima Yi lalu meninggal karena sudah tua. Dia Digantikan oleh 2 anaknya yaitu, Sima Shi dan Sima Zhao. Mereka sama-sama mengudeta Kaisar Wei. Pada saat pemerintahan Sima Zhao, Wei dapat mengalahkan Shu dengan 2 jenderalnya yaitu Deng Ai dan Zhong Hui. Pada akhirnya Sima Yan memaksa Kaisar Wei terkahir Cao Huan untuk turun takhta. Sima Yan kemudian mengganti nama kerajaan Wei menjadi kerajaan Jin.

11. Tiga Kerajaan melebur menjadi satu.
Kerajaan Jin terus menyerang Wu (Kaisar : Sun Hao). Dan pada akhirnya Wu takluk. Pada akhirnya China yang dulunya terpecah menjadi 3 kerajaan menyatu menjadi satu kembali.
Kata pembukaan novel Kisah Tiga Negara; Seluruh kekuatan di dunia, bersatu untuk bercerai dan bercerai untuk bersatu kembali

10 Jendral Terhebat Dalam 3 Kerajaan

  1. LuBu
Photobucket
Lü Bu (Hanzi: 呂布; baca: Luî Pù) (153 – 198), nama lengkap Lü Fengxian, lahir di Wuyuan(sekarang Mongolia Dalam) adalah seorang jenderal terkenal dari penghujung zaman Dinasti Handan Tiga Negara.Lu Bu dengan ciri khas memakai penutup kepala dengan ekor, ia memiliki kuda bernama Red Hare (赤兔马; Chìtù mǎ) yang dikenal karena daya tahannya dalam pertempuran. Kuda ini berasal dari Fergana dan menurut legenda dapat berlari sejauh 1000 li (500 km) dalam satu hari.


2. Guan Yu (Shu)
Photobucket
Guan Yu (Hanzi: 關羽) (160 - 219) adalah seorang jenderal terkenal dari Zaman Tiga Negara. Guan Yu dikenal juga sebagai Kwan Kong, Guan Gong, atau Kwan Ie, dilahirkan di kabupaten Jie, wilayah Hedong (sekarang kota Yuncheng, provinsi Shanxi), ia bernama lengkap Guan Yunchang atau Kwan Yintiang.
Guan Yu merupakan jenderal utama Negara Shu Han, ia bersumpah setia mengangkat saudara dengan Liu Bei (kakak tertua) dan Zhang Fei (adik terkecil).


3. Zhang Fei (Shu)
Photobucket
Zhang Fei (Hanzi:張飛),bernama lengkap Zhang Yide (張益德 / 张翼德), saudara angkat termuda dari Liu Bei dan Guan Yu dan seorang panglima perang terkenal pada Zaman Tiga Negara. Dalam novel Kisah Tiga Negara karangan Luo Guan Zhong. Di kalangan Tionghoa Indonesia, ia dikenal juga dengan nama Tio Hoei.
 

4.  ZhaoYun (Shu)
Photobucket
Zhao Yun (Hanzi: 趙雲) (168 - 229) adalah seorang jenderal terkenal dari Zaman Tiga Negara. Ia terakhir mengabdi pada negara Shu Han. Ia lahir di Zhending (sekarang kabupaten Zhengding, provinsi Hebei). Zhao Yun bernama lengkap Zhao Zilong.
Pertama mengabdi kepada Gongsun Zan, ia kemudian tidak menyerah kepadaYuan Shao yang menaklukkan Gongsun Zan. Setelah itu, ia bertemu Liu Bei dan memutuskan untuk mengabdi kepadanya. Setelah Liu Bei wafat ia menjaga Liu Chan Sampai akhir hayat.


5. Ma Chao (Shu)
Photobucket
Ma Chao (Hanzi:馬超),bernama lengkap Ma Mengqi (馬孟起), putra tertua dari Ma Teng, seorang jendral pada Zaman Tiga Negara. Dalam novel Kisah Tiga Negarakarangan Luo Guan Zhong, Ma Chao juga dikenal sebagai anggota dari Lima Panglima Harimau dari negeri Shu Han.


6. Xiahou Dun (Wei)
Photobucket
Xiahou Dun (Hanzi: 夏侯惇) (? - 220) adalah jendral perang negara Wei. Ia masih berkerabat dengan Cao Cao karena ayahnya diadopsi oleh keluarga Cao.
Ia terkenal dengan panggilan Si Buta Xiahou karena sebelah matanya buta setelah terluka dalam satu pertempuran di tahun 198, ketika ia sedang melawan Lu Bu mata kirinya tertancap panah, kemudian ia memakan matanya sendiri.




7.  Taishi Chi (Wu)
Photobucket
Photobucket
Taishi Ci (166 - 206 M) adalah perwira militer negara Dong Wu pada Zaman Tiga Negara di Tiongkok dulu. Pada awalnya Taishi Ci bekerja dibawah Liu Yao tetapi kemudian melanggar kesetiaannya setelah Liu Yao menolak untuk memperhatikan nasihat strategi yang diajukan oleh Taishi Ci, kemudian dia melarikan diri ke daerah tetangga. Taishi Ci melarikan diri ke daerah Dangyang, suatu posisi daerah militer yang strategis dan penting sejak zaman Sun Tzu, disana dia mengangkat dirinya sebagai gubenur. Pada suatu perang, pasukan sisa Taishi Ci dengan cepat dapat dikepung oleh pasukan Sun Ce tanpa tandingan, yang kemudian Taishi Ci tertangkap. Taishi Ci memohon untuk dibunuh bersama dengan pasukan dan orang-orangnya, tetapi Sun Ce tidak bersedia dan membujuk dia untuk bergabung. setelah bujukan yang lama dan dijanjikan diberi pangkat dan posisi tinggi di negara Wu, akhirnya Taishi Ci bergabung. Taishi Ci setia sampai akhir hayatnya kepada negara Wu.


8. Zhang Liao (Wei)
Photobucket
Zhang Liao adalah salah satu tokoh Tiongkok pada Zaman Tiga Negara. Pada awalnya Zhang Liao mengabdi pada Lu Bu. Setelah Kematian Lu Bu, Dia mengabdi pada Cao Cao. Dalam pertempuran di He Fei, Dia berhasil memukul mundur 100.000 pasukan Wu hanya dengan 800 prajurit. Dia ditakuti di berbagai tempat dan nama Zhang Liao disebutkan dapat langsung mendiamkan bayi yang sedang menangis.
Dia merupakan pemimpin dari semua jenderal Wei. Ketika Cao-Cao sedang menyerang Han zhong , ia ditugaskan untuk menjaga kota Wan untuk mencegah penyerangan Wu yang bertujuan untuk menyerang He Fei yang merupakan tempat perbekalan bagi Cao Cao yang sedang menyerang Liu Bei didaerah Han zhong. Zhang Liao juga termasuk salah satu jenderal yang paling setia seperti Xiahou Dun dan Xu Chu. Dalam pertempuran melawan Wu dia berhasil mengakibatkan terbunuhnya salah satu jenderal andalan Wu yaitu Taishi Chi. Dalam pertempuran melawan Wu juga akhirnya Zhang Liao gugur dalam peperangan karena terkena panah beracun.



9.  Huang Zhong (Shu)
Photobucket
Huang Zhong (Hanzi:黃忠),bernama lengkap Huang Hansheng (黃漢升), seorang jendral dari Zaman Tiga Negara. Huang Zhong adalah salah satu dari Lima Jenderal Macan Shu Han


10. Gan Ning (Wu)
Photobucket
Gan Ning (?-222) adalah seorang jenderal Wu pada Zaman Tiga Negara. Gan Ning sebelumnya adalah seorang perompak. Ia menaruh berberapa bel di bajunya, sehingga musuh tahu kalau dia datang. Setelah menjadi perompak, ia direkrut menjadi bawahan Huang Zu dan Liu Biao. Saat Sun Quan menyerang Huang Zu, Gan Ning berhasil membunuh Ling Cao, salah satu jenderal bawahan Sun Quan sekaligus ayah dari Ling Tong. Hal ini yang membuat Ling Tong sempat dendam dan antipati terhadapnya. Setelah Huang Zu dikalahkan Yuan Shao, Gan Ning menjadi bawahan Yuan Shao. Zhou Yu dan Lu Meng sangat menyambutnya ke Wu. Jasanya juga dipakai dalam Pertempuran Chibi. Namun dia dibunuh oleh Sha Moke pada saat pertempuran Wu melawan Shu di pertempuran Yiling.
 

nah bagaimana Doskoyan? capek? nantikan ya Artikel Doskoy tentang tiga kerajaan selanjutnya 
"Mengupas Tuntas Samkok" 

Kamis, 22 November 2012

10 Tokoh Ksatria Perang Terbesar Di Dunia



Setiap masa terjadi peperangan, dan setiap mas atau daerah memiliki tokoh ksatria perang yang paling berpengaruh di daerah dan masa itu. 

Tokoh berikut merupakan penakluk dan pemenang dari peperangan besar yang pernah terjadi di dunia.

Berikut ini adalah 10 Tokoh  Ksatria Perang Terbesar Di Dunia

1. Alexandre The Great

alexanderthegreat.jpg (671×730)

Tak pelak lagi bahwa peringkat pertama sudah pasti menjadi milik Alexander yang Agung (Alexandre The Great). Ia adalah seorang penakluk asal Makedonia. Ia diakui sebagai salah seorang pemimpin militer paling jenius sepanjang zaman. Ia juga menjadi inspirasi bagi penakluk-penakluk seperti Hannibal, Pompey dan Caesar dari Romawi, dan Napoleon. Dalam masa pemerintahannya yang singkat, Alexander mampu menjadikan Makedonia sebagai salah satu kekaisaran terbesar di dunia.

2. Leonidas I

King_Leonidas_by_EuroFoxx.jpg (300×389)

Adalah raja Sparta ke-17 dari dinasti Agiad, salah seorang anak dari Raja Anaxandridas II dari sparta, yang dipercayai sebagai keturunan dari Heracles karena kekuatan dan keberaniannya. Namanya menjadi terkenal akibat perannya di pertempuran Thermopylae.

3. Sun tzu

71177_94565308773_195915_n.jpg (200×293)

Ia adalah salah satu jenderal tertangguh dan tercerdas milik kerajaan wu. Ia adalah jenderal yang pandai menerjemahkan siasat perang. Ialah penulis buku The Art of war, yang merupakan buku panduan perang dan strategi penyergapan yang sekarang dipelajari di seluruh Dunia.


4. Hannibal barca

HannibalBarca.jpg (300×300)

Dia adalah salah satu pemimpin Kartago yang paling terkenal. Pencapaiannya yang paling besar adalah ketika meletusnya Perang Punic, ketika dia membawa pasukan yang mengandung gajah perang dari Iberia melewati Pyrenees dan Alps sampai bagian utara Itali. Selama invasinya di Italia, dia mengalahkan Ksatria Romawi di beberapa pertempuran, termasuk yang di Trebia, Trasimene dan Cannae.


5. Julius Caesar

Julius_Caesar_by_kanefan.jpg (521×418)

Dialah jenderal terbesar kekaisaran Romawi. Ia menjadi kaisar romawi di tahun 59 SM. Ia adalah jenderal perang cerdas dan berbahaya. Di masa pemerintahanya, ia telah meluaskan pengaruh kekaisaran Romawi ke hampir seluruh Eropa, sebagian Afrika, dan sebagian asia barat. Ia juga dikenal sebagai salah satu pemimpin paling diktator di Dunia


6. Miyamoto Musashi

MusashiMiyamoto.jpg (486×538)

Musahi Miyamoto adalah seorang ahli pedang dan samurai terbaik dalam sejarah jepang. Selama Hidupnya, ia telah melakukan duel samurai dengan 60 pendekar pedang dan sama sekali tak terkalahkan.


7. Liuetenant Audie Murphy


Ia adalah seorang Ksatria amerika serikat di perang dunia kedua. Ia adalah salah satu Ksatria unggulan. tak heran jika ia banyak diterjunkan ke misi yang berbahaya amerika serikat selama perang dunia ke 2. Atas kegemilanganya, ia dianugerahi berbagai medali kehormatan seperti Distinguished Service Cross, Silver Bintang dua, Legion of Merit, dua Bintang Perunggu, dan tiga Purple Hearts; serta Legiun Kehormatan Perancis dan dua Croix de Guerre.

8. Saladin

saladin1.jpg (219×287)

Saladin adalah salah satu Ksatria tertangguh di dalam perang salib ketiga. Dia sangat dihormati sebagai Ksatria yang sangat tangguh dari Timur tengah. Dialah yang mampu menaklukan kota Yerussalem di perang salib yang ketiga.

9. Spartacus

450px-Spartacus1.jpg (450×600)

Ia adalah salah satu tokoh yang paling terkenal di masa pendudukan kekaisaran Roma, ia adalah budak yang sering diperlakukan sebagai objek pertarungan gladiator. Tapi karna kemampunya dalam bertarung dan pemikiranya yang cerdas, iapun berhasil menghimpun massa untuk melakukan pemberontakan pada kekaisaran Romawi.


10. Richard 1 (The Lionheart)

richard_i_the_lioneart_plantagenet_king_of_england.jpg (300×409)

Richard I adalah raja Inggris periode 1189 sampai 1199. ia dijuluki Richard the Lionhearth karena keberanianya di medan perang. Ia adalah salah satu tokoh penting dalam perang salib. Kehebatanya dibuktikan dengan kemampunya untuk menguasai Siprus dan merebutnya dari tangan Turki.

Rabu, 21 November 2012

Generasi Mahluk Mata Rantai Evolusi yang Hilang

Halo!
Sobat Doskoyan :)

Dalam teori evolusi Darwin terdapat generasi mahluk yang hilang, atau dikenal dengan missing-link, penghubung antara generasi mahluk berbulu-berekor seperti monyet dan mahluk cerdas Homo Sapiens (manusia).

Selama puluhan tahun banyak ahli mencari fosil, dan bila perlu mendapatkan bukti hidup. Laporan-laporan di bawah ini merupakan gambaran bagaimana dugaan tentang missing-link itu telah ditemukan.

1. Monyet Sungai Tarra
Francois De Loys, pencari minyak bumi asal Swiss memimpin ekspedisi di Columbia dan Venezuela dari tahun 1917 hingga 1920. Saat berkemah di dekat Sungai Tarra, dua mahluk setinggi 1.57 meter yang mirip monyet mendatangi kemah.

Generasi Mahluk Mata Rantai Evolusi yang Hilang
Lenguhan dan sikap yang ingin menyerang membuat De Loys terpaksa menembak. Sang pejantan mati sementara betinanya melarikan diri. Saat inilah De Loys baru sadar kalau ia menembak "monyet" yang aneh. Mahluk ini tidak berekor dan memiliki susunan gigi 32 buah - bandingkan dengan monyet yang memiliki 36 buah gigi.

De Loys lalu mendudukkan monyet tersebut, mengganjal mukanya dengan tongkat lalu memotretnya. Ia melupakan peristiwa ini hingga kembali ke Eropa. Pada tahun 1929, seorang teman yang juga antropolog, George Montandon menemukan foto milik De Loys. Foto ini pun dipublikasikan. Ironis, banyak kritik berdatangan yang mengatakan foto tersebut belum membuktikan soal missing-link.

2. Apeman
Sebuah foto dari tahun 1937 dimuat di majalah Het Leven ini menggambarkan manusia kera (apeman) yang semakin mendekati bentuk sempurna "manusia". Bibirnya masih tebal seperti milik monyet, namun rambutnya serupa rambut manusia. Tubuhnya bungkuk seolah pembuktian tahapan evolusi saat pra-manusia belum bisa berdiri tegak seperti sekarang.

Generasi Mahluk Mata Rantai Evolusi yang Hilang
Selama puluhan tahun foto ini mungkin menggegerkan banyak orang. Namun sekarang justru menuai banyak kritik. Gambar yang belakangan sempat beredar di media online diyakini akal-akalan fotografer Het Leven. Mahluk bungkuk ini sebenarnya hasil make-up, apalagi dahinya yang selalu tertutup rambut merupakan bukti agar make-up pada wajah si "apeman" bisa disembunyikan.

3. Yeti, Big Foot, dan Yowie
Legenda tentang manluk besar mirip monyet namun berdiri tegak telah banyak beredar selama bertahun-tahun. Beberapa orang meyakini pernah menyaksikan dan percaya keberadaannya. Toh, belum ada penelitian yang berhasil menemukan sebagai bukti.

Generasi Mahluk Mata Rantai Evolusi yang Hilang
Gambaran Yeti oleh Sir Edmun Hillary

Sir Edmun Hillary, orang pertama yang menginjakan kaki di puncak Everest pernah melihat Yeti, mahluk besar berbulu penghuni padang salju saat mendaki gunung tersebut. Hillary juga telah membuat gambar berskala 1/27 atas apa yang dilihatnya. Ia berencana akan mencari Yeti pada ekspedisi selanjutnya, walau kenyataannya ia tidak pernah lagi melihatnya.

Generasi Mahluk Mata Rantai Evolusi yang Hilang
Foto Big Foot

Big Foot, mahluk besar berbulu menjadi "urban legend" di Amerika. Banyak orang yakin akan keberadaan Big Foot di dalam hutan. Kisahnya juga sering diangkat ke dalam film. Satu-satunya foto yang berhasil merekam keberadaannya dibuat C. Thomas Biscardi dari San Jose, California, seorang petualan alam liar pada tahun 1980. Tapi, dari foto tersebut, apakah itu benar-benar Big Foot atau manusia berkostum?

Generasi Mahluk Mata Rantai Evolusi yang Hilang
Monumen Yowie

Di Australia juga ada legenda tentang mahluk besar yang disebbut Yowie. Penduduk Aborigin percaya bahwa Yowie, mahluk setinggi 5 kaki ini masih hidup.

4. Orang Pendek Sumatera
Indonesia sebagai negara tropis pun memiliki kisah legenda tentang mahluk-mahluk berbulu serupa monyet. Di Sumatera kabarnya terdapat Orang Pendek seperti kera namun berjalan tegak.

Orang Pendek adalah salah satu makhluk cryptozoology yang hidup dan tersebar di beberapa daerah di Pulau Sumatera. Menurut para saksi yang pernah melihat Orang Pendek, makhluk ini memiliki tinggi kira-kira 70-75 cm, tubuhnya ditutupi oleh rambut-rambut yang lebat yang berwarna hitam kecokelatan, dan berjalan tegak. Kadang-kadang ada beberapa saksi yang mengatakan Orang Pendek sering berteriak dengan suara-suara yang aneh.

Generasi Mahluk Mata Rantai Evolusi yang Hilang
Pada awalnya, banyak para peneliti yang menganggap bahwa Orang Pendek adalah salah satu jenis kera atau siamang yang salah diidentifikasi oleh para saksinya. Tetapi, mereka berubah pikiran setelah mengetahui bahwa para saksi mengatakan bahwa Orang Pendek berjalan tegak. Bukti yang lainnya adalah jejak kaki Orang Pendek yang tidak bisa diidentifikasi sebagai sejenis kera atau siamang.

W Osman Hill, salah seorang ahli cryptozoologist yang terkenal, menganggap bahwa Orang Pendek masih memiliki hubungan dengan manusia purba jenis Homo Erectus yang ditemukan di Jawa. Sedangkan, beberapa ahli cryptozoologist lain mengatakan bahwa Orang Pendek tidak memiliki hubungan dengan Homo Erectus melainkan dengan Hobbit dari Flores. Sedangkan, para penduduk lokal yang tinggal di mana Orang Pendek sering memunculkan dirinya mengatakan bahwa Orang Pendek adalah makhluk yang ramah, sehingga mereka menerima keberadaan Orang Pendek dengan toleransi apapun.

Misteri Orang Pendek mulai tersiar kabarnya pada abad ke-20, tepatnya pada tanggal 21 Agustus 1915. Pada tanggal 21 Agustus 1915, Edward Jacobson menemukan jejak-jejak kaki misterius di tepi Danau Tebo yang berada di bagian Tenggara Gunung Kerinci, Propinsi Jambi. Pemandunya, Mat Getoep, mengatakan bahwa jejak-jejak kaki yang setiap jejak panjang 5 inci tersebut adalah milik Orang Pendek.

Generasi Mahluk Mata Rantai Evolusi yang Hilang

Generasi Mahluk Mata Rantai Evolusi yang Hilang
Makhluk ini kemudian mendapatkan sorotan internasional setelah seorang penulis berkebangsaan Inggris, Demorah Matyr, menemukan sekumpulan jejak-jejak kaki yang diperkirakan sebagai jejak Orang Pendek di Barat Daya Sumatera. Kemudian, Matyr mencetak jejak-jejak kaki itu dengan gips dan membawanya ke pemerintah yang mengurus taman nasional. Tetapi, sayangnya cetakan jejak-jejak kaki tersebut hilang entah kemana.

Setelah 5 tahun meneliti, akhirnya Matyr melihat Orang Pendek di wilayah Gunung Kerinci pada 30 Sepetember 1994. Setelah jarak beberapa puluh meter dari Matyr, makhluk itu kemudian menoleh ke arahnya lalu lari menjauh dan menghilang di dalam hutan.

Pada tahun 1995, ketika gempa besar melanda Lampung, beberapa penduduk lokal melihat Orang Pendek keluar dari hutan, mungkin takut karena gempa besar tersebut.

Pada tahun 2001, sekelompok tim ekspedisi amatir yang dipimpin oleh Adams Davies menemukan sekumpulan jejak kaki yang dipercaya sebagai jejak Orang Pendek. Kemudian, jejak-jejak kaki tersebut dikirim ke Cambridge untuk diidentifkasi. Hasilnya adalah jejak kaki tersebut adalah seekor kera dengan karakter gibon, orangutan, simpanse, dan manusia.

Pada awal September 2009, mereka melaporkan bahwa mereka menemukan sekumpulan jejak kaki yang diduga sebagai jejak kaki Orang Pendek. Selain itu, dua dari anggota tim ini, yaitu Dave Archer dan Sahar Didmus mengaku melihat Orang Pendek. Mereka mengatakan bahwa bentuk Orang Pendek seperti simpanse tetapi berjalan tegak seperti manusia.

Sabtu, 17 November 2012

11 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat Sepanjang Sejarah Bumi

Halo!
Sobat Doskoyan :)

Hingga kini tercatat 11 letusan dahsyat gunung berapi yang disusun berdasarkan jumlah korbanIndonesia : yang di akibatkan nya. Ternyata 4 diantaranya berada di

11. MOUNT LAMINGTON (Papua Nwe Guenia)

Lamington adalah gunung api dengan ketinggian 1,680 meter yang terletak di Papua New Guinea. Sialnya hingga tahun 1951, penduduk setempat di Provinsi Oro ini mengira gunung tersebut hanyalah gunung biasa yang ditumbuhi pepohonan.

Hingga suatu malam pada 18 Januari, lahar dan asap mulai untuk keluar dari puncaknya, dan tiga hari kemudian, sebuah ledakan sangat besar dari sisi utara, menyebabkan langit ditutupi debu tebal dan gerimis magma bercampur uap sulfur. Dalam beberapa bulan kemudian getaran dan letusan terus berlanjut hingga radius 10 mil. Ledakannya menyebabkan total hampi 3,000 kematian.

10. MOUNT PAPANDAYAN (Indonesia)

Papandayan adalah sebuah gunung api semi-aktif yang terletak di pulau Jawa, Indonesia. Pada 1772, gunung api ini meletus menghancurkan 40 desa di dekatnya. Lebih dari 3,000 orang terbunuh. Gunung api ini diperkirakan masih sangat berbahaya dan terus mengeluarkan asap dan letusan-letusan di tahun 1923, 1942, dan terus meningkatkan kekuatannya di tahun 2002.

9. MOUNT KELUD (Indonesia)

Sejak abad ke-15, Gunung Kelut telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa.

Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.

8. MOUNT UNZEN (Jepang)

Unzen yang terdiri dari beberapa lapis stratovolcanoes terletak di daerah Kyushu, Jepang. Gunung api setinggi 1,500 meter ini masih aktip hingga kini. Pada tahun1792 beberapa kubah lahar roboh, menyebabkan tsunami yang membunuh lebih 15,000 orang. Sebuah letusan terbaru di tahun 1991 telam membunuh lebih dari 40 orang dan menyebabkan kerusakan luar biasa pada bangunan-bangunan disekitarnya.

7. MOUNT RUIZ (Kolumbia)

Nevado Del Ruiz, Kolumbia, dikenal karena laharnya yaitu mudflow atau longsoran yang terdiri atas air dan material pyroclastic yang mengalir dan mematikan . Di tahun 1595, 635 orang terbunuh setelah lumpur yang yang mendidih seperti dituangkan ke dalam sungai Guali dan Lagunillas, dan di tahun 1845 lebih dari 1,000 orang tewas.

Kota Armero yang dibangun di atas magma yang mengering telah kehilangan hampir seluruh populasi penduduknya ketika di tahun1985, sebuah letusan telah mengalirkan lahar dengan kecepatan 40 mil per jam dan mengubur kota. Lebih dari 23,000 orang tewas.

6. MOUNT PELEE (Prancis)

Gunung api yang terletak di Martinique, kini menjadi tujuan wisatawa di Perancis yang populer untuk mengenang bahwa sesuatu yang sangat mematikan telah terjadi di sini. Pada tahun 1902, sebuah letusan yang terbesar di abad 20 terjadi di sini dan menewaskan lebih dari 30,000 orang.

Dimulai dengan letusan kecil beruntun yang hanya mengeluarkan asap, belerang dan debu dan pada April 1902, gunung api ini tidak sepenuhnya meletus sampai tanggal 8 Mei 1902. Air mancur lahar yang menyala, dan awan beracun meluncur deras dengan kecepatan 600 mil per jam dari gunung api tersebut.

Dengan temperatur 1075 derajat, lahar telah mendidihkan kota St.Pierre bawahnya. Kota terbakar berhari-hari kemudian. Hanya dua orang yang selamat pada waktu itu.

5. MOUNT KRAKATAU/KRAKATOA (Indonesia)

Krakatoa, juga dikenal sebagai Krakatau, adalah pulau vulkanis yang still-dangerous, terletak di Selat Sunda, Indonesia. Agustus 1883, sebuah rangkaian ledakan dahsyat yang mengerikan dengan kekuatan 13,000 kali lebih besar dari bom Hiroshima. Ledakannya terdengar hingga ke Perth, Australia.

Muntahan lebih dari 21 kilometer kubik batu dan debu membumbung hingga setinggi 70 mil. Secara resmi, lebih dari 37,000 orang tewas. Namun dengan tsunami yang ditimbulkannya, korban sepertinya bisa lebih besar lagi.

4. MOUNT TAMBORA (Indonesia)

Tambora adalah gunung api aktip dari 130-an gunung api yang yang ada di Indonesia. Gunung raksasa setinggi 4,300 meter telah ‘melakukan’ serangkaian ledakan dari April hingga Juni di tahun 1815 dan mengguncangkan dunia dengan after-effect-nya yang mengubah stratosfir dan menyebabkan kelaparan yang buruk hingga ke US dan Eropa pada abad ke 19.

Batu merah berpijar menghujani angkasa ketika sepenuhnya gunung tersebut meletus. Semua tumbuh-tumbuhan pada pulau dimana gunung tersebut berada dibinasakan oleh lahar dan awan beracun. Secara keseluruhan, lebih 71,000 orang tewas karena terbakar, kelaparan ataupun keracunan.

3. MOUNT VESUVIUS

Gunung api ini menjadi nomor dua untuk kekejamannya, menyebabkan kematian hingga 25,000 nyawa. Ketika Vesuvius dengan letusan yang maha dahsyat di tahun 79 SM, sepenuhnya telah menguburkan kota Pompeii di bawahnya dengan memuntahkan ‘isi perutnya’ selama 20 jam nonstop. Sejak itu, gunung api ini meletus lusinan kali dan terakhir pada tahun 1944 beberapa desa didekatnya telah dibinasakan..

2. MOUNT LAKI (Islandia)

Laki adalah sebuah gunung api di Islandia yang legendaris yang telah tertidur sejak letusan terakhirnya yang sangat dahsyat di tahun 1783. Dengan ketinggian 1.725 meter, gunung api ini menyebabkan kerusakan di seluruh negara ketika secara spektakuler meletus, membunuh di atas 50% populasi makhluk hidup di Islandia dengan awan belerang dan fluorine beracunnya.

Kelaparan menjadi penyebab matinya 25% populasi tersebut. Air mancur lahar memancar hingga 1.400 meter tingginya. Seluruh dunia merasakan akibat dari letusan tersebut. Awan beracun menyebar hingga ke Eropa, menutupi langit belahan bumi bagian utara yang menyebabkan musim dingin datang lebih awal di Inggris dan membunuh 8.000 orang.

Di Amerika Utara, musim dingin 1784 menjadi musim dingin terpanjang dan paling dingin yang pernah tercatat. Ada catatan lebih banyak salju di New Jersey, sungai Mississippi membeku di New Orleans, dan di ditemukan es di Teluk Mexico!.

1. MOUNT TOBA SUPERVOLCANO (Indonesia)

Kajian palaeogeografi ahli asal AS mengetengahkan temuan terkini tentang letusan dahsyat gunung Toba di Sumatera yang menyajikan bukti tak terbantahkan betapa letusan “mega-colossal” gunung berapi zaman purbakala yang terjadi 73.000 tahun silam menimbulkan dampak dahsyat luar biasa hingga memusnahkan keberadaan kawasan hutan di anak benua India yang letaknya terpisah sejauh 3.000 mil dari pusat letusan yang kini menjadi danau Toba.

Bukti-bukti riset mencakup debu sampel penelitian yang ditemukan di lokasi daratan India, Samudera Hindia, Teluk Benggali, dan laut China Selatan dari kejadian letusan yang diperkirakan melontarkan material dan debu vulkanis hingga sejumlah 800 km³ ke atmosfir bumi dan membuat gunung berapi zaman purbakala tersebut lenyap tinggal meninggalkan kawah di muka bumi yang kini menjadi danau Toba dengan dimensi panjang 100km dan lebar 35km menjadi bukti peninggalan danau vulkanis terbesar sejagat.

Digambarkan kedahsyatan dampak letusan ini menjadikan partikel debu pada lapis atmosfir menghalangi sinar matahari ke bumi serta memantulkan kembali panas radiasi hingga selama selang 6 tahun hingga serta merta memunculkan zaman “Instant Ice Age” di muka bumi yang berdasarkan analisa penelitian lapisan es di Greenland zaman es ini berlangsung selama 1.800 tahun.

Jika ditelaah dari data skala VEI : (Volcanic Explosivity Index) yang dipergunakan USGS (Geological Survey Amerika Serikat), letusan luar biasa gunung Toba zaman purbakala ini diklasifikasikan kategori VEI : 8 hingga disebut “mega-colossal” yang antara lain dicirikan dari besaran volume lontaran material vulkanis letusan -/+ 1.000 km³.

Sebagai perbandingan letusan g. Tambora (th. 1815) di kepulauan Nusa Tenggara termasuk dalam skala VEI : 7 , sedangkan peristiwa dahsyat letusan g. Krakatau (th.1883) hingga tinggal menyisakan pulau Anak Krakatau sekarang ini termasuk dalam VEI : 6.

Pada gilirannya letusan “mega-colossal” gunung berapi Toba berdampak pula terhadap proses evolusi manusia di muka bumi, walau ini masih menjadi kontroversi diantara kalangan ilmuwan.

Prof. Ambrose sendiri berpegang kajian risetnya yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah “Journal of Human Evolution” pada tahun 1998 termasuk ahli yang meyakini bahwa letusan mega volcanoToba dan kemunculan Zaman Es sesudahnya menjadikan keadaan relatif kurangnya keragaman genetika yang ada pada manusia modern sekarang ini.

Bahkan dinyatakannya peristiwa luar biasa ini nyaris mengakibatkan manusia punah dari muka bumi.