Minggu, 20 Januari 2013

Cara-Cara Gila Tapi Canggih Untuk Mendapatkan Pacar

 
 
Eh, malem minggu kemaren ngapain aja? Sendirian aja? Hah masih jomblo? Taun 2012 udah mau kiamat gini masih aja jomblo? Kasian amat sih kamu. Sini deh, biar kamu nggak kasian-kasian amat, Yafi Blog ajarin cara-cara mutakhir buat dapetin pacar. Cara-cara dibawah ini nggak banyak syaratnya kok, kamu nggak perlu super ganteng atau punya Ferrari. Semua orang bisa nyoba. Oke?
 
Peringatan : Tingkat keberhasilan cara-cara ini sangat bervariasi. Kalo kamu udah nyoba semuanya dan masih belum berhasil…Ya mungkin emang kamu ditakdirkan untuk hidup sendiri. Tabahlah kawan!

1. Undercover Friendzone

Wih cara apaan nih? Namanya gaya banget pake undercover segala, macem agen FBI aja lagi undercover.
Akhir-akhir ini, istilah "Friendzone" lagi beken di Internet. Buat kamu yang kurang gaul, Friendzone tuh adalah istilah dimana ada cowok yang deketin cewek, tapi karena satu dan lain hal akhirnya malah dianggep temen sama si cewek itu, dan harapan untuk menjadikan si cewek itu sebagai kekasihnya pun pupus. Kalo si cowoknya nekat nembak, biasanya nanti dijawab pake alesan basi "Kita lebih baik berteman saja."
Nah, strategi yang pertama ini, maksudnya adalah kamu undercover/nyamar jadi temen inceran kamu. Kamu pura-pura aja masuk friendzone, lalu tunjukkan kualitas-kualitas terbaik kamu, misalnya kamu orangnya baik, pengertian, sabar dll. Dan yang penting, kamu  juga harus nunjukkin kalo kamu cuma mau temenan doang sama si doi, nggak lebih. Dan jangan mau diperalat, disuruh ini itu, dimintain anter jemput langsung nurut.
Terus, undercovernya berapa lama ?
Salah satu sifat manusia itu adalah "Makin dilarang, makin pengen" Coba deh, kalo kamu dilarang melakukan sesuatu, kamu makin pengen ngelakuin hal itu kan? Nah, karena kamu adalah orang yg baik tapi (keliatannya) cuma pengen temenan aja, pelan-pelan tapi pasti, inceran kamu bakal naksir sama kamu. Kamu tinggal pinter-pinter baca sinyal aja, dan mainkan strategi dengan hati-hati. Nanti inceran kamu bakal nemplok sendiri deh sama kamu.

2. Pura-Pura Gay

Cara yang kedua ini mirip-mirip sama yang pertama, tapi disini kamu bukan pura-pura temenan, tapi pura-pura gay.  Kalo cara pura-pura jadi temen tadi, kamu masih bisa dicurigai "temenan tp ada maunya", tapi kalo kamu gay, kan udah jelas kalo kamu nggak minat sama inceran kamu.
Tapi garis besarnya sama sih, kamu pura-pura jadi gay dan temenan dengan si target, dan tunjukkan sifat-sifat terbaik kamu. Nanti suatu hari, ketika inceran kamu ngeluh kenapa semua cowok brengsek dan  yang baik semua gay, itulah saatnya kamu untuk come out. Kamu bisa ngemeng kalo selama berteman dengan si inceran, ada perasaan yang muncul, dan bikin kamu mempertanyakan orientasi kamu. Dan setelah sesi curhat panjang lebar, akhirnya kalian berdua menyadari kalo kalian saling menyayangi, dan target kamu bersyukur bisa menunjukkan kamu jalan yang straight (lurus). Lalu kalian pun hidup bahagia selamanya.
Cara yang ini sebenernya high risk-high return. Karena kamu pura-pura jadi gay, bisa jadi kamu dikira gay sama semua orang, termasuk keluarga kamu. Dan bisa jadi orang tua kamu jadi kecewa berat, sehingga kamu diusir dari rumah. Tapi, kalo berhasil, hasilnya pasti oke. Misalnya kalo kamu beruntung, kamu bisa diajak belanja bareng sama inceran kamu, terus boleh masuk fitting room dst dst. Mua hahahaha !

3. Stockholm Syndrome

Cara yang ketiga ini yang paling ekstrim. Kalo kamu orangnya suka tantangan dan petualangan, ini mungkin yang paling cocok buat kamu.
Stockholm Syndrome adalah sebuah sindrom dimana seorang korban penculikan, yang setelah beberapa waktu akan memiliki keterikatan emosional terhadap penculiknya, dalam bentuk perasaan positif, dan bahkan keinginan untuk melindungi.
Dari deksripsi Stockholm Syndrome sendiri, kamu pasti udah bisa ngira-ngira kan apa yang musti dilakukan ?
Yak betul (ngomong sendiri), yang kamu perlu lakukan adalah menculik target kamu! Dan selama masa penculikan, targetnya jangan dijahatin, dibaek-baekin aja, karena menurut penelitian, korban penculikan yang nggak dijahatin sama penculiknya punya kemungkinan lebih besar buat kena stockholm syndrome ini. Sebagai gambaran, kamu boleh nyulik target kamu terus disekap di suite hotel bintang 5, pesenin makanan yang enak-enak, trus kamu kasih hadiah-hadiah juga.
Kalo cara ini berhasil, setelah kamu bebasin, nanti dia deh yang bakal nyariin kamu. Dan kamu nggak perlu takut bakal dilaporin ke polisi, karena kalo dia bener sayang sama kamu, masa mau liat kamu masuk penjara.
Nah itulah 3 cara mutakhir buat mendapatkan pacar. Kalo udah jelas, langsung praktekin aja! Nanti kasi tau kita ya, hasilnya gimana.

Death Note Comic Strip


DEATH NOTE COMIC STRIP


Komik Death Note ini memang komik lama, mungkin beberapa diantara kalian sudah tahu. Mungkin juga ada yang belum tahu kan? Silahkan menikmati! (klik untuk memperbesar)





Cara Menggunakan Death Note


HOW TO USE  DEATH NOTE

KALI INI DOSKOY MENULIS ARTIKEL CARA MENGGUNAKAN DEATH NOTE, SIAPA TAHU KALIAN TIBA-TIBA DAPET DEATH NOTE(LMAO) TAPI GAK TAHU CARA MAKEKNYA
Berikut adalah peraturan tentang cara-cara dan segala pengetahuan tentang Death Note :



  • Manusia yang namanya tertulis dalam buku ini akan mati.
  • Buku ini tak akan berpengaruh kecuali jika si penulis membayangkan wajah orang yang ingin dibunuh ketika menulis namanya. Oleh karena itu, orang yang memiliki nama sama tak akan terpengaruh.
  • Jika penyebab kematian ditulis dalam 40 detik setelah menulis nama orang tersebut, hal itu akan terjadi.
  • Jika penyebab kematian tidak dispesifikasikan, orang tersebut hanya akan mati karena serangan jantung.
  • Setelah menulis penyebab kematian, selanjutnya penjelasan tentang kematian harus ditulis dalam 6 menit 40 detik.
  • Buku ini akan menjadi milik Dunia Manusia, setelah menyentuh tanah (muncul) di Dunia Manusia.
  • Pengguna buku ini akan dapat merasakan sosok dan suara dari pemilik asli buku ini, misalnya Dewa kematian.
  • Manusia yang menggunakan buku ini tak akan bisa masuk Surga atau Neraka.
  • Jika waktu kematian ditulis dalam 40 detik setelah menulis dengan serangan jantung sebagai penyebab kematiannya, waktu kematian tersebut dapat diatur, dapat ditulis dalam 40 detik setelah menulis nama.
  • Jika seorang manusia menggunakan Death Note, seorang Dewa kematian biasanya akan muncul di depannya dalam 39 hari setelah ia menggunakan Death Note.
  • Dewa kematian, pemilik asli dari Death Note secara prinsip tidak boleh melakukan hal-hal yang membantu atau mencegah kematian akibat Death Note.
  • Manusia yang menyentuh buku ini akan dapat merasakan sosok dan suara dari pemilik aslinya, seorang Dewa Kematian, meskipun orang tersebut bukan pengguna Death Note.
  • Manusia yang menjadi pengguna Death Note akan diikuti oleh Dewa kematian, pemilik aslinya sampai ia mati.
  • Dewa kematian tidak memiliki kewajiban untuk menjelaskan pada penggunanya secara rinci seluruh peraturan Death Note yang nantinya akan berlaku pada orang yang menjadi pengguna.
  • Dewa kematian dapat memanmbah usia manusia dengan menulis nama manusia di buku itu, namun manusia tidak bisa.
  • Seseorang dapat memperpendek usia mereka dengan menggunakan Death Note.
  • Seseorang yang menjadi pengguna Death Note dapat melakukan transaksi, menukarkan setengah usia mereka yang tersisa dengan mata shinigami yang mampu melihat nama dan sisa usia orang yang mereka lihat.
  • Dewa kematian tidak bisa dibunuh meskipun ditusuk di bagian jantung dengan pisau ataupun ditembak di kepala menggunakan pistol. Namun, terdapat suatu cara untuk membunuh Dewa kematian yang umumnya tidak diketahui oleh Dewa kematian.
  • Kondisi detail kematian tidak akan terjadi kecuali itu mungkin terjadi dan masuk akal.
  • Batas kondisi spesifik kematian tidak diketahui oleh Dewa kematian, jadi pengguna harus mencari dan mencobanya sendiri.
  • Sebuah halaman yang diambil dari Death Note atau bahkan hanya sobekan kecil darinya tetap memiliki efek yang sama dengan satu buku penuh.
  • Benda yang digunakan untuk menulis pada Death Note boleh apa saja (misalnya kosmetik, darah, dll) selama itu bisa digunakan untuk menulis dan goresan yang tercipta adalah huruf resmi.
  • Bahkan pemilik asli Death Note tidak mengetahui segalanya tentang Death Note.
  • pengguna boleh menulis terlebih dahulu penyebab kematian dan atau detailnya sebelum mengisi nama orang yang akan dibunuh. Pastikan nama tersebut ditulis di depan penyebab kematian. Waktu yang pengguna miliki adalah 19 hari (berdasarkan kalender manusia) untuk mengisi nama tersebut.
  • Meskipun seseorang tak tahu apapun tentang Death Note sebelumnya, efek akan tetap terjadi jika menulis nama orang sambil membayangkan wajahnya di buku ini.
  • Death Note tidak akan berpengaruh pada orang yang berusia di bawah 780 hari.
  • Efek Death Note akan menjadi tidak beruguna jika nama korban salah tulis empat kali.
  • "Bunuh diri" adalah sebuah penyebab kematian yang valid. Pada dasarnya, setiap orang kemungkinan untuk melakukan bunuh diri.
  • Ketika penyebab kematian seseorang ditulis dengan Bunuh diri atau kecelakaan, jika hal tersebut akan berpengaruh pada nyawa orang lain, maka orang tersebut hanya akan mati dengan serangan jantung. Hal ini agar nyawa orang lain tersebut tidak terpengaruh.
  • Bahkan setelah nama, waktu kematian, dan kondisi kematian ditulis, pengguna tetap dapat merubahnya sebanyak apapun yang ia mau selama itu masih dalam 6 menit 40 detik setelah nama ditulis. Dan tentu saja, harus dilakukan sebelum korban mati.
  • Ketika pengguna ingin mengganti apapun yang ditulis dalam Death Note dalam 6 menit 40 detik setelah pengguna menulis nama, ia harus mencoret tulisan yang ingin dihapusnya itu dengan dua garis lurus.
  • Waktu dan kondisi kematian dapat diubah. Namun sekali nama seseorang ditulis, kematiannya tak dapat dirubah.
  • Jika pengguna kehilangan atau Death Notenya dicuri, ia akan kehilangan kepemilikannya kecuali ia dapat mendapatkannya kembali dalam 490 hari.
  • Jika pengguna melakukan transaksi mata, kekuatan mata shinigami akan menghilang bersamaan dengan ingatan tentang Death Note setelah kehilangan kepemilikan. Dan, setengaqh umur yang telah dikorbankan tetap tak akan kembali.
  • Pengguna boleh menitipkan Death Notenya ke orang lain selama ingin membuang kepemilikannya untuk beberapa waktu.
  • Orang yang meminjam Death Note tidak akan diikuti oleh Dewa Kematian. Dewa kematian selalu bersama dengan pengguna Death Note tersebut. Juga, orang yang meminjam Death Note tak akan bisa melakukan transaksi mata.
  • Ketika pengguna Death Note mati selama Death Note dititipkan, secara otomatis kepemilikan akan berpindah pada orang yang saat itu memegangnya.
  • Jika Death Note dicuri dan penggunanya dibunuh oleh pencuri tersebut, kepemilikannya akan berpindah ke si pencuri.
  • Ketika sebuah nama ditulis dalam lebih dari dua Death Note, efek yang ditulis pada buku pertamalah yang berpengaruh.
  • Jika sebuah nama ditulis pada dua Death Note atau lebih dan perbedaan waktu menulis antara buku satu dan lainnya kurang dari 0,06 detik, itu akan dianggap sebagai percobaan, target tak akan mati.
  • Dewa kematian setidaknya harus memiliki sebuah Death Note dan ia tidak boleh menyerahkannya ke seorang Manusia.
  • Bertukar dan menulis di buku lain antar Dewa Kematian bukanlah masalah.
  • Jika Dewa kematian memutuskan menggunakan Death Note untuk membunuh seorang pembunuh yang hendak membunuh seseorang, nyawa seseorang tersebut akan selamat, namun Dewa kematian tersebut akan mati.
  • Dewa kematian yang telah mati akan menghilang, namun tidak dengan Death Notenya. kepemilikan Death Note tersebut biasanya akan jatuh pada Dewa kematian yang menyentuhnya. Namun semestinya, buku itu dikembalikan ke Raja Dewa Kematian.
  • Dengan saling menyentuh Death Note yang dimiliki, pengguna death Note dapat saling merasakan sosok dan suara Dewa Kematian masing-masing.

Sabtu, 19 Januari 2013

REVIEW: "Mission: Impossible-Ghost Protocol"


Mission: Impossible jilid 4? Melihat seorang Tom Cruise yang tahun depan berusia kepala 5 adu jotos dengan sekumpulan penjahat tengik dan bergelantungan di gedung pencakar langit? Hmmm.. setidaknya masih lebih bisa diterima ketimbang menyaksikan opa Harrison Ford beraksi kembali sebagai Indiana Jones tempo hari. Dengan sambutan hangat yang diterima Mission: Impossible III dari kritikus maupun penonton, maka sekuel dirasa perlu untuk dibuat. Saya mafhum, selama tim memiliki bekal yang cukup untuk meneruskan misi tak masuk akal dari Ethan Hunt (Tom Cruise). Beruntung, Cruise memiliki alasan yang kuat karena berhasil menemukan sutradara, naskah, dan tim produksi yang solid. Mission: Impossible – Ghost Protocol berhasil menyajikan sebuah hiburan kelas atas yang menyenangkan. Berdiri tegap di atas dua prekuelnya, hanya sedikit di bawah film pertama yang cerdas itu. Di bawah penanganan Brad Bird, sutradara film animasi terpuji; Iron Giant, The Incredibles, dan Ratatouille, seri Mission: Impossible kembali cemerlang setelah sebelumnya sedikit ternoda saat John Woo dan J.J. Abrams agak sedikit berlebihan memerlakukan instalmen ini.

Brad Bird nyaris tidak memberikan kesempatan bagi penonton untuk menghela nafas lega selama 132 menit. Sajian aksi yang memacu adrenalin ditimpangi dengan intrik spionase yang memikat dan humor yang renyah, saya dipaksa untuk tetap bertahan di kursi bioskop seraya menikmati popcorn asin yang gurih serta Cola yang menyegarkan. Nikmat tiada duanya. Sejak menit pertama, Mission: Impossible – Ghost Protocol digeber dengan serangkaian adegan yang mengasyikkan plus mengundang penasaran. Di Budapest, seorang agen IMF bernama Trevor Hanaway (Josh Holloway) diketahui telah dibunuh oleh pembunuh bayaran yang dingin, Sabine Moreau (Lea Seydoux). Belum sempat saya mencerna apa yang sesungguhnya terjadi, dengan sigap adegan melompat jauh ke Moscow, ke sebuah penjara dimana kita bertemu dengan Ethan Hunt. Apa yang telah dia lakukan sehingga mendekam di penjara Russia yang dingin? Anda harus mencari tahu sendiri. Sedikit petunjuk, ini masih memiliki keterkaitan dengan film sebelumnya. Misi penyelamatan Hunt dilakukan oleh Jane Carter (Paula Patton) dan Benji Dunn (Simon Pegg). IMF (Impossible Mission Forces) memerintahkan ketiga agen ini untuk menemukan seorang teroris asal Rusia, Kurt Hendricks (Michael Nyqvist), yang berencana mewujudkan perang nuklir.


Belum sempat Hendricks ditemukan, tim IMF pimpinan Hunt difitnah yang berujung pada munculnya Ghost Protocol, keberadaan IMF beserta seluruh operasinya disangkal oleh pemerintah Amerika Serikat. Namun Ethan Hunt tidak menyerah begitu saja. Dengan bantuan dari seorang analis intelijen, William Brandt (Jeremy Renner), Hunt memburu Hendricks hingga ke belahan dunia lainnya, dari Dubai hingga Mumbai. Dan kita pun patut bersyukur atas kemajuan teknologi serta berterima kasih kepada Brad Bird yang bersikeras untuk mengambil gambar dengan IMAX untuk adegan-adegan tertentu alih-alih kamera 3D. Adegan yang memperlihatkan Ethan Hunt ‘memanjat’ Burj Khalifa dan bergelantungan di ketinggian ratusan meter dari permukaan tanah, berhasil terekam dengan sangat apik dan sesuatu banget. Mengetahui fakta bahwa Tom Cruise melakukan sendiri adegan ini membuatnya terasa lebih spesial. Saya memang menyaksikan film ini di layar bioskop biasa, akan tetapi efek yang dihasilkan dari adegan Burj Khalifa ini sungguh terasa. Berulang kali ratusan penonton lain berteriak miris, dan saya yang memiliki Aeroacrophobia (takut akan tempat tinggi terbuka) sukses mengucurkan keringat dingin. Robert Elswit, sang sinematografer, mampu memunculkan serangan vertigo ringan kepada penonton.

Sekali ini, Mission: Impossible – Ghost Protocol mempunyai tim yang mengagumkan, baik on screen maupun off screen. Betapa beruntungnya Tom Cruise mempunyai rekan-rekan yang hebat; Jeremy Renner yang cerdas, Paula Patton yang cantik namun berbahaya, serta Simon Pegg yang tidak pernah gagal membuat saya tertawa. Chemistry yang terjalin diantara para personil terasa padu, hangat, dan mengasyikkan. Seandainya instalmen ini dilanjutkan, semoga mereka berempat plus Ving Rhames kembali bersatu. Tentu saja dengan penggalian karakter yang lebih dalam. Karena ini adalah film tentang kembalinya Ethan Hunt ke dunia spionase, maka Andre Nemec dan Josh Appelbaum tidak memberikan porsi yang memadai bagi berkembangnya karakter lain. William Brandt mendapatkan porsi minim yang efektif, sementara Jane Carter dan Benji Dunn sedikit terlupakan. Padahal akan sangat menarik jika mengetahui latar belakang dua karakter seru ini secara lebih mendalam. Ah, agaknya saya terlalu rakus dengan mengharapkan kesempurnaan dari berbagai lini untuk film ini. Bagaimanapun, Mission: Impossible – Ghost Protocol telah berhasil menjalankan misinya untuk menghibur penonton dengan amat baik. Cepat, cerdas, seru, penuh intrik, ledakan disana-sini, lucu, menegangkan, dan keren. Sebuah paket komplit yang secara mengejutkan datang dari sebuah film yang pada awalnya dianggap tidak perlu keberadaannya.

Exceeds Expectations

REVIEW: "Sherlock Holmes: A Game OF Shadow"


"Slow and steady wins the race." - Sherlock Holmes

Guy Ritchie mengakhiri Sherlock Holmes dengan sebuah adegan yang membuat para penggemar tidak sabar untuk menantikan kelanjutannya, Irene Adler (Rachel McAdams) rupanya bekerja untuk Professor Moriarty. Tak ada penampakan wajah dari sang professor, hanya suaranya saja. Berbagai spekulasi mengenai siapa yang akan memerankan musuh abadi Sherlock Holmes (Robert Downey Jr.) pun bermunculan. Yang paling santer terdengar adalah Brad Pitt. 
 
Pasangan dari Angelina Jolie ini merupakan salah satu yang paling vokal mengenai ketertarikannya untuk terlibat dalam proyek sekuel dari Sherlock Holmes, apalagi bintang Troy ini pernah bekerjasama dengan Ritchie di Snatch. Sang sutradara enggan untuk memberikan banyak komentar mengenai kepastian apakah Pitt adalah Professor Moriarty. Dan, ketika akhirnya Jared Harris terpilih, banyak pihak yang merasa kecewa karena kadung mengharapkan Brad Pitt. Namun saya pribadi tidak mempermasalahkan hal ini, selama sang aktor bisa bermain bagus, kenapa tidak? Harris pun pada akhirnya mampu membuktikan bahwa dia layak memerankan Professor Moriarty dalam Sherlock Holmes: A Game of Shadows. Jika pada akhirnya terasa kurang greget, maka naskah buatan Kieran Mulroney dan Michele Mulroney dianggap yang paling bertanggung jawab.

Bagi yang mengharapkan Sherlock Holmes: A Game of Shadows sebagai sebuah film yang sarat dengan aksi, Guy Ritchie akan memuaskan Anda dengan berbagai adegan aksi yang ditampilkan dengan elegan, bergaya, dan tentunya Ritchie banget. Tapi akan sangat mengecewakan bagi siapapun yang berharap jilid kedua ini akan menjadi lebih kelam, lebih banyak misteri, dan lebih mencekam, dengan kehadiran Professor Moriarty (Jared Harris). A Game of Shadows sebenarnya memiliki premis yang menarik lantaran jalan ceritanya terinspirasi dari cerpen karya Arthur Conan Doyle yang berjudul The Final Problem, akan tetapi kenyataan yang terjadi ternyata tak berbanding lurus, setidaknya bagi saya. Misteri yang ditawarkan kurang menarik karena sejak awal penonton telah mengetahui siapa yang menjadi dalang di balik semua kejadian. Dengan dibongkarnya identitas pelaku sejak dini, maka tumpuan satu-satunya untuk menjadikan film ini menarik adalah cat-and-mouse chase antara Holmes dan Moriarty yang sayangnya tidak diberi porsi yang cukup oleh tim penulis skenario dan Ritchie. Mereka justru lebih asyik menyoroti fluktuasi hubungan antara Holmes dengan Dr. John Watson (Jude Law) yang kian lama menjadi kian mirip pasangan ketimbang sahabat. Mencoba untuk menyaingi pasangan Brokeback, eh?


Sherlock Holmes khawatir, pernikahan Watson dengan Mary Morstan (Kelly Reilly) akan membuat sang BFF (Best Friend Forever-Red) meninggalkannya sendiri dalam memecahkan berbagai kasus. Dan ya, Watson memang memiliki rencana seperti itu. Akan tetapi Watson mengurungkan niatnya setelah dia dan sang mempelai perempuan turut menjadi target pembunuhan dari Professor Moriarty. Mau tak mau, mereka berdua pun ikut serta membantu Holmes untuk menggagalkan rencana sang professor yang berniat menciptakan krisis di industri senjata Eropa yang memungkinkan terciptanya perang dalam skala besar. Dalam kasus teranyarnya ini, duo paling keren dalam sejarah karya sastra detektif ini tidak berjuang sendirian. Mereka mendapatkan bantuan penuh dari kakak Sherlock, Mycroft Holmes (Stephen Fry), serta Simza (Noomi Rapace), wanita gypsy yang saudaranya disinyalir memiliki hubungan dengan komplotan yang dibentuk oleh Moriarty. Sepanjang 128 menit, penonton diajak untuk mengikuti petualangan konyol dari Holmes, Watson, dan Simza. Saya sebut konyol lantaran Holmes versi Ritchie ini digambarkan seperti telah hilang kewarasannya, menjadi kian eksentrik, dan berlebihan. A Game of Shadows pun menjelma menjadi sebuah perjalanan panjang yang melelahkan.

Pun begitu, A Game of Shadows masih memiliki sejumlah amunisi yang membuat saya rela untuk tetap duduk manis hingga film berakhir. Slow motion sequences yang menjadi ciri khas dari film pertama, kembali dihadirkan dengan frekuensi kemunculan yang lebih banyak. Beberapa terkesan sebagai sempilan semata, tapi adegan kejar-kejaran di hutan Jerman berhasil divisualisasikan dengan cantik. Gabungan antara efek khusus, sinematografi serta editing yang cantik, membuat adegan ini sulit untuk dilupakan begitu saja. Di luar sektor teknis yang memang menjadi andalan dwilogi ini, departemen akting pun turut berjasa dalam menyelamatkan A Game of Shadows. Robert Downey Jr. dan Jude Law yang telah melebur dengan karakter masing-masing mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam urusan membangun chemistry, sementara Stephen Fry nampak santai membawakan perannya. Jared Harris tak mengecewakan, hanya saja tim penulis naskah tidak memberinya ruang lebih untuk mengeksplor karakter salah satu penjahat paling berbahaya ini. Rachel McAdams yang menggoda hanya tampil selewat saja dan selebihnya diserahkan kepada Noomi Rapace yang kehadirannya tak lebih dari sekadar tempelan semata. Nampaknya, usaha untuk tampil bermewah-mewahan dengan memperbanyak sajian laga berbuntut pada pengorbanan terhadap sektor naskah. Misteri tak menarik, karakterisasi beberapa karakter terasa dangkal, dan jalan cerita pun monoton.
Acceptable

Behind The Anime: L "Death Note"


•Nama asli: L Lawliet , Ryuzaki , Hideki Ryuga , Deneuve & Erald Coil

•Tanggal lahir: Oktober 31, 1979

•Umur: 24 Tahun

•Tanggal meninggal: November 5, 2004

•Profesi: Detektif

•Gelar: Dtektif Terbaik Di Dunia

•Tinggi badan: 179cm (diperkirakan)

•Berat badan: 50kg (diperkirakan)

•Yang disukai: Makanan manis

•Yang dibenci: Kaos kaki

•Golongan darah: - (tidak diketahui)

 L adalah seorang detektif swasta, detektif atas dunia. Dia tidak pernah menunjukkan wajahnya kepada siapa pun.Ketika dia membuat debut-nya itu dengan layar komputer yang membaca L dan suara mekanis. Ketika ia akhirnya tidak mengungkapkan dirinya hanya beberapa yang dipilih, tidak ada yang siap untuk apa yang mereka lihat. Dia muda, suka permen dan membenci untuk memakai sepatu.Dia sangat serius dan benci kehilangan.
Ketika ia mulai kasus Kira, ia segera memulai penyelidikan dengan Light. Saat Light mencoba untuk membuktikan dia tidak bersalah, L mendapatkan bukti lebih bahwa Kira adalah, pada kenyataannya, Light. Dia bahkan mengundang Terang Kira bergabung dengan penyelidikan untuk mendapatkan bukti yang lebih terhadap dia, tapi sayangnya selalu Light tiga langkah di depan.L's nama lengkap, L Lawliet, akhirnya terungkap dalam "Cara Membaca 13", yang dianggap volume 13 Death Note manga. Ia dilahirkan pada tanggal 31 Oktober 1979, memasuki seri 4 Desember 2003 pada usia 24, dan meninggal pada 5 November tahun berikutnya pada usia 25. Namun, anime menyesuaikan sedikit tahun, membuat kelahiran L'terjadi pada tahun 1982.L Lawliet エルローライト, Eru Rōraito), biasanya disebut dengan alias-nya "L", adalah karakter fiktif dalam manga dan seri anime Death Note. Ia dianggap sebagai detektif terhebat di dunia, dan merupakan deuteragonist, dari busur pertama, di mana ia mengambil Kira.
hhmm...gimana jadi tau kan L itu siapa...?
sebenernya nama L itu adalah sebuah kode dari si Lawliet ini sebagai detektif . Si Lawliet menggunakan nama sandi L agar data peribadinya tidak di ketahui oleh siapa pun . di Manga , Anime maupun Film nya , saat pertama dia muncul pun tidak di jelaskan dari mana asal dia , atau pun latar belakang nya sebagai seorang detektif . dan juga tidak di beri tahu , bagaimana dia bisa mendapat gelar Detektif Terhebat Di Dunia , Walaupun kita sudah mengetahui bahwa tingkat intelegensi dari si L sangat lah tinggi .

L , bisa di bilang karakter yg unik . dari gaya/style dia berpakaian saja sudah unik . dia hanya memakai baju berwana putih dengan celana jeans dan sepatu casual . Cara dia duduk juga unik , sebenernya bukan duduk tapi seperti Berjongkok di mana pun dia berada , di sofa , di bangku umum dan tempat lainnya . pernah di 1 episode Death Note , dia berkata "kemampuan intelegensi ku akan menurun 40% bila aku duduk seperti orang normal" . What...?! coba lu bayangin !! turun 40% aja udah rugi tuh...

Nah...untuk nama asli si L ini . Dugaan pertama yg muncul dari para pembaca Death Note yg masih pemula pasti Ryuzaki....bahkan ada juga yg bilang Hideki Ryuga , padahal sudah jelas Ryuga adlah nama salah satu artis di komik itu . di biodata di atas juga tertera nama-namanya di luar jepang yaitu Erald Coil dan Devenue . Masih menjadi misteri nama L sebenarnya siapa...? namun kesimpulannya sekarang yg telah di ambil dari banyak orang , nama asli si L ini adalah Lawliet.

Si L ini suka makanan yg berbau manis .. kaya permen , coklat pkonya yg manis-manis deh...
liat sendiri kan di anime dan movienya juga dia ngemil terus walaupun saat dia melakukan investigasi terhadap kasus KIRA . Sepanjang investigasi dia ngemilllll..... terus.. di mejanya banyak banget makan , dari cake , permen , gula , permen kapas sampe coklat batangan yg besar (enak banget hidupnya).

Sebenernya menurut gw , si L ini udah selesaikan kasus KIRA dari awal dia ke jepang..soalnya dia udah bener dugaan nya terhadap si Light Yagami bahwa si Light itu KIRA . dari segi peperangan analisis dan intelegensi L sama si Light juga menurut gw , si L yang lebih tinggi tingkat Intelegensinya . Tapi sayang karena si Light Punya Keuntungan Karena Di Bantu Death Note dan Shinigami , si L jadi kalah dan Pada Akhirnya Mati akibat serangan jantung karena namanya di tulis si Shinigami Rem di Death Note nya (haduh kecewa deh gw sebagai penggemar L)..

Fakta Unik Pembuatan Film Titanic


12 April 1912, Dimana Kapal yang memiliki aset sekitar 6 triliun ini tenggelam, dan beberapa bulan yang lalu, yakni 12 april 2012, adalah 100 tahunan Titanic tenggelam, dalam rangka merayakan hal tersebut dibuatlah film "Titanic 3D" dan film itu masih diminati banyak orang, tapi yang Doskoy bahas ialah fakta unik pembuatan film titanic (tanpa 3d)

Fakta unik pembuatan film Titanic ini tidak banyak orang mengetahuinya karena jarang sekali terekam oleh media. Jika anda sangat mencintai film ini, anda pasti akan sedikit terhibur dengan akta unik saat pembuatan film ini juga. Apa sajakah fakta unik tersebut, berikut adalah penjelasannya :
 


1. Sang sutradara James Cameron ternyata peran Rose Dewitt Bukater ingin agar Gwyneth Paltrow yang memerankannya.

2. Sang sutradara adalah orang yang menggambar sketsa lukisan dari ROse, dan telah laku dijual seharga 16 ribu dolar Amerika.

3. Pemeran Rose tua merupakan satu-satunya orang dalam film tersebut yang sudah hidup saat bencana Titanic terjadi.

4. Soundtrack dari film Titanic yang berjudul My Heart Will Go On adalah lagu pertama yang memperoleh nominasi Oscar dari film non-musikal.

5. Penyanyi Country Reba McEntire pernah direncanakan untuk berperan sebagai Molly Brown, namun karena jadwalnya yang padat peran tersebut jatuh pada Kathy Bates.

6. Kate adalah satu-satunya orang dalm film Titanic yang tidak menggunakn pakaian dalam khusus saat berbasah-basahan dan oleh karena itu ia terkena pneumonia.

7. Terdapat 150 pemain tambahan yang ditraining untuk mengenali etika dan gaya hidup orang pada abad ke 20.

8. Untuk makan malam kelas pertama, Kaviar Beluga benar-benar disajikan dalam ruang makan.

9. Sang sutradara rela memotong bayarannya sebesar 8 juta dolar Amerika ketika film tersebut kehabisan anggaran dalam proses pembuatannya.

10. Saat malam terakhir pembuatan film Titanic, seseorang telah memberikan obat PCP sejenis obat bius ke dalam sup para pemeran dan kru. Sehingga 80 orang mengalami sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit.

11. Saat adegan Rose melihat ke langit menunggu kapal penyelamat, terdapat bintang yang membentuk gugusan Heart of the Ocan.

12. Alasan sebenarnya sang sutradara ingin membuat film Titanic karena ia ingin merekam reruntuhan kapal Titanic yang sebenarnya.